Jumat, 20 April 2012

Sepenggal Kisah Dale Carnegie


Dale Carnegie



Dale Breckenridge Carnegie

Lahir
Meninggal
Penulis, Pengajar
Karya terkenal
Dale Breckenridge Carnegie (aslinya Carnagey sampai 1922 dan kemungkinan sampai setelahnya) (24 November 1888  1 November1955) adalah seorang penulis dan pengajar dari Amerika Serikat dan seorang pelatih/motivator di berbagai kursus pengembangan diri, penjualan, keuangan, public speaking dan keterampilan interpersonal. Dilahirkan dari keluarga miskin di pertanian di Missouri, ia adalah penulis dari buku Bagaimana Cara Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain, yang diterbitkan di tahun 1936. Buku tersebut adalah bestseller di seluruh dunia sampai kini. Ia juga menulis biografi Abraham Lincoln, berjudul Lincoln the Unknown, serta beberapa buku yang lain.
Carnegie adalah penggagas pertama dari yang sekarang disebut asumsi pertanggungjawaban, walau gagasan ini cuma muncul sedikit di dalam karyanya. Salah satu inti dari gagasan ini adalah mungkin untuk mengubah sifat orang lain dengan mengubah reaksi mereka.

Biografi

Lahir di tahun 1888 di Maryville, Missouri, Carnegie adalah seorang anak petani yang tidak mampu. Ia adalah putra kedua dari pasangan James William Carnagey (lahir Indiana, Februari 1852) dan Amanda Elizabeth Harbison (lahir Missouri, Februari 1858). Dalam masa remajanya, ia bangun pukul 4 tiap pagi memerah sapi milik orangtuanya dan lalu pergi sekolah di State Teacher's College di Warrensburg. Pekerjaannya setelah selesai sekolah adalah memberikan kursus korespondensi kepada para peternak, lalu menjual bacon, sabun danlemak babi kepada Armour & Company. Ia sangat sukes melakukan penjualan di wilayah Omaha Selatan di Nebraska.
Setelah menabung $500, Carnegie berhenti berjualan pada tahun 1911 guna mengejar impiannya untuk menjadi pengajar di Chautauqua. Namun malahan ia masuk ke American Academy of Dramatic Arts di New York, namun kariernya sebagai aktor tidak begitu sukses. Salah satu perannya adalah menjadi Dr. Hartley dalam pertunjukkan Polly of the Circus. Ketika produksi berakhir, ia menjadi pengangguran dan hampir bangkrut. Ia tinggal di the YMCA di 125th Street. Disanalah ia mendapatkan ide untuk mengajarkan public speaking. Ia meyakinkan manajer "Y" agar mengizinkannya mengajar sebuah kelas dengan pengembalian profit 80%. Dalam sesi pertamanya, ia kehabisan materi; namun ia tidak kehabisan akal, ia meminta murid-murid di kelasnya "menceritakan sesuatu hal yang membuat mereka bisa marah", dan menemukan bahwa teknik itu membuat mereka tidak takut lagi untuk berbicara di depan orang banyak. Dari debut tahun 1912 ini, dibentuklah Dale Carnegie Course. Carnegie telah meningkatkan hasrat orang Amerika untuk memiliki kepercayaan diri, dan pada tahun 1914, ia telah menghasilkan keuntungan $500 - sekitar $10,000 untuk ukuran saat ini- per minggunya.
Mungkin salah satu gebrakan marketing Carnegie yang paling fenomenal adalah pengubahan ejaan nama belakangya dari “Carnegey” menjadi Carnegie, dimana pada saat yang sama Andrew Carnegie (tidak ada hubungan darah) menjadi sangat terkenal. Pada tahun 1916, Dale telah mampu untuk menyewa Carnegie Hall untuk memberikan pengajaran dan traininge. Koleksi pertama tulisannya adalah Public Speaking: a Practical Course for Business Men (1926), kemudian judulnya diubah lagi menjadi Public Speaking and Influencing Men in Business (1932). Namun, pencapaiannya yang paling luar biasa saat Penerbit Simon & Schuster menerbitkan buku Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain. Dari debutnya di tahun 1937, dalam beberapa bulan kemudian telah mencapai cetakan yang ke-17. Setelah wafatnya Carnegie pun, buku tersebut telah mencapai penjualan 5 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam 31 bahasa. Lalu Dale Carnegie Institute yang didirikannya telah menghasilkan 450.000 orang lulusan. Ia tercatat telah memberikan sebanyak 150 ribu pidato dalam partisipasinya di berbagai program pendidikan. Pada masa perang dunia I, ia bergabung dalam militer AS.
Pernikahan pertamanya berakhir dengan perceraian tahun 1931. Pada 5 November 1944, di Tulsa, Oklahoma, ia menikah lagi dengan Dorothy Price Vanderpool, yang juga nantinya bercerai. Vanderpool punya 2 putri; Rosemary, dari pernikahan terdahulu, dan Donna Dale dari Carnegie.
Carnegie meninggal di Forest Hills, New York, pada tanggal 1 November 1955, dan dimakamkan di Belton, Cass County, Missouri. Biografi resmi dari Dale Carnegie & Associates, Inc. menyebutkan bahwa ia menderita penyakit Dodgkin.

Kisah Sukses Dale Carnegie

Hai, terinspirasi dari artikelnya mas Arief - Skill With People. Ada terdapat bahasan mengenai buku pengembangan diri dan disinggung juga buku dari Dale Carnegie (tidak banyak, karena reviewnya mengenai buku Les Giblin diatas). Lalu saya coba untuk mencari data-data mengenai motivasi sukses Carnegie. Karena memang saya mendapatkan banyak manfaat dari bukunya.
Berikut artikel mengenai kisah sukses Dale Carnegie.
Mungkin kamu tahu penulis terkenal dalam bidang komunikasi dan public speaking, Dale Carnegie? Dia dilahirkan dalam keadaan miskin di peternakan kecil di Maryville Missouri. Dia memulai public seaking dari remaja dan aktif dalam aktivitas debat di SMA. Carnegie menjadi seorang salesman untuk Armour and Company di Nebraska.
Pindah ke NYC (New York City) untuk mengejar karir, ia memberi kelas untuk public speaking untuk Asosiasi Pemuda Kristen (Young Men's Christian Association). Setelah itu dia mengembangkan kursus sendiri dan menulis pamflet yang akhirnya menjadi sebuah buku-buku. Carnegie percaya bahwa cara tercepat untuk mengembangkan harga diri adalah melalui public speaking.
Sebelum menuju kesuksesan dia dalam Public Speaking dan buku-bukunya. Saya begitu terkesan dari pesan yang dia sampaikan. "Kamu tidak pernah meraih kesuksesan sebelum kamu menyukai apa yang kamu lakukan sekarang." Dale Carnegie. Dari kutipan diatas cukup jelas bagaimana Carnegie mengajak kita untuk sukses, tentunya dalam bidang apapun itu.
Kembali pada cerita dia.
Pada awal 1930-an ia terkenal karena buku-buku dan program radio. Ketika ia menerbitkan buku "Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang" pada tahun 1930, dia menikmati kesuksesan dan menjadi salah best-sellers sepanjang masa, terjual lebih dari 10 juta kopi dalam berbagai bahasa.
Hal ini menyebabkan banyak permintaan terhadap dia sebagai dosen dan penulis. Dia mulai mengisi kolom surat kabar dan mengorganisir kursusnya dengan nama Dale Carnegie Institute for Effective Speaking and Human Relations.
Dale Carnegie suka mengajar orang lain bagaimana menjadi sukses. Nasihat yang telah teruji telah membantu orang-orang sekarang banyak terkenal untuk menaiki tangga keberhasilan.
Bagaimana Mencari Kawan dan Pengaruh Orang-orang tetap menjadi salah satu-penjual terbaik sepanjang masa, karena cerita ilustrasi yang penuh warna dan sederhana dengan ungkapan yang baik .

 Dua dari prinsip-prinsip Dale Carnegie yang paling terkenal adalah:
"Percayalah bahwa Anda akan berhasil, dan Anda akan mendapatkannya"dan "Belajar untuk mencintai, menghormati dan menikmati bersama orang lain."

“Bagaimana Mencari kawan dan Mempengaruhi Orang Lain” karya Dale Carnegie

(sumber : Buku Bagaimana Mencari kawan dan Mempengaruhi Orang Lain, karya Dale Carnegie)
Banyak yang menyarankan kepada saya untuk membaca buku “Bagaimana Mencari kawan dan Mempengaruhi Orang Lain” karya Dale Carnegie, tapi tidak banyak orang yang menjelaskan kepada saya buku itu berisikan apa aja, merka Cuma mengatakan bahwa buku itu bagus untuk dibaca dan menjadikan kita bisa memperoleh teman yang lebih banyak.
Dalam tulisan ini saya ingin menyampaikan apa saja sich yang dibahas dalam buku tersebut. Buku ini memberikan kita pelajaran tentang bagaimana kita bisa memeperoleh teman yang lebih banyak, bagaimana kita mempunyai pengaruh dalam bersosialisasi dalam kehidupan bermasyarakat, dan bagaimana membina hubungan antar manusia.
Pada cover belakang buku ini tertulis ada sepuluh hal yang bisa anda dapatkan dalam buku ini, yaitu :
  1. Mengeluarkan Anda dari kebiasaan mental yang buruk, memberi Anda gagasan baru, visi baru dan ambisi baru.
  2. Membuat Anda mudah dan cepat berkawan
  3. Meningkatkan popularitas Anda
  4. Memikat orang mengikuti cara berpikir Anda
  5. Meningkatkan pengaruh, prestise, kemampuan Anda untuk menyelesaikan segala sesuatu
  6. Memungkinkan Anda memperoleh klien dan pelanggan baru
  7. meningkatkan kemampuan Anda dalam memperoleh penghasilan yang lebih besar
  8. Menjadikan Anda wiraniaga, manajer atau eksekutif yang lebih baik
  9. Menjadikan Anda pembicara yang lebih baik dan lebih menyenangkan
  10. Membangkitkan antusiasme diantara rekan usaha
 Berikut Saya ingin memberikan ringkasan-ringkasan dalam buku ini
Teknik-teknik Mendasar dalam Menangani Manusia.
- Prinsip 1 : Jangan mengkritik, mencercah atau mengeluh
- Prinsip 2 : Berikan penghargaan yang jujur dan tulus
- Prinsip 3 : Bangkitkan minat pada diri orang lain
Enam Cara untuk Membuat Orang Lain Menyukai Anda
- Prinsip 1 : Jadilah sungguh-sungguh berminat tehadap orang lain
- Prinsip 2 : Tersenyumlah
- Prinsip 3  : Mengingat nama seseorang adalah hal paling mengesankan dan paling penting bagi orang itu dalam bahasa apapun
- Prinsip 4 : Jadilah pendengar yang baik. Dorong orang lain untuk berbicara tentang diri mereka
- Prinsip 5 : Bicarakan minat-minat orang lain
- Prinsip 6 : Buat orang lain merasa penting – dan lakukan itu dengan tulus
Memikat Orang Lain Mengikuti Cara Berpikir Anda
- Prinsip 1 : Satu-satunya cara untuk memperoleh manfaat paling banyak dari perdebatan adalah menghindari perdebatan itu sendiri
- Prinsip 2 : Perlihatkan respek terhadap pendapat orang lain. Jangan pernah berkata, “Anda salah.”
- Prinsip 3 : Kalau Anda salah, akuilah dengan cepat dan simpatik
- Prinsip 4 : Mulailah dengan cara yang ramah
- Prinsip 5 : Usahakan orang lain mengucapkan ”ya, ya” dengan segera
- Prinsip 6 : Biarkan orang lain yang lebih banyak berbicara
- Prinsip 7 : Biarkan orang lain merasa bahwa itu adalah idenya
- Prinsip 8 : Cobalah dengan sungguh-sungguh melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang lain.
- Prinsip 9 : Bersimpatilah dengan ide dan hasrat orang lain
- Prinsip 10 : Imbaulah motif-motif yang lebih mulia
- Prinsip 11 : Dramatisir ide-ide Anda
- Prinsip 12 : Lemparkan tantangan
Menjadi Pemimpin
- Prinsip 1 : Mulailah dengan pujian dan penghargaan yang jujur
- Prinsip 2 : Beritahu kesalahan orang lain dengan cara tidak langsung
- Prinsip 3 : Bicarakan kesalahan Anda dulu sebelum mengkritik orang lain
- Prinsip 4 : Ajukan pertanyaan sebagai ganti memberi perintah langsung
- Prinsip 5 : Biarkan orang lain menyelamatkan muka
- Prinsip 6 : Pujilah peningkatan sekecil apapun dan pujilah setiap peningkatan. Jadilah ”tuluslah dalam penerimaan Anda dan murah hati dalam penghargaan Anda”
- Prinsip 7 : Beri orang lain reputasi yang baik untuk mereka penuhi
- Prinsip 8 : Gunakan dorongan. Buat kesalahan tampak mudah diperbaiki.
- Prinsip 9 : Buat orang lain merasa senang mengerjakan hal yang Anda sarankan
Untuk lebih mengetahui cara kerja buku ini terhadap Anda mungkin ada baiknya Anda beli dan baca kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
(sumber : Bagaimana Mencari kawan dan Mempengaruhi Orang Lain, karya Dale Carnegie)


AGAIMANA MENCARI KAWAN DAN MEMPENGARUHI ORANG LAIN

Buku Bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain adalah buku klasik dan buku terbaik yang membahas tentang hubungan manusia. Tebalnya hanya 382 halaman den bentuknya buku saku. Kalo serius membaca buku ini, paling lama hanya 1 hari habis terbaca. Ya ! Cuman satu hari saja karena buku ini mudah dibaca, membua penasaran, dan (kabar buruknya) susah dipraktekan. Alasannya sederhana, karena prinsip buku ini adalah : Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan ! Bahasanya orang kristen adalah "Kasihilah sesamamu manusia seperti kamu mengasihi diri sendiri."

EMPAT PRINSIP DALE CARNEGIE
Dale Carnegie membagi buku How to Win Friends and Influence People menjadi empat bagian :
1. Teknik dasar berhubungan dengan manusia
2. Membuat orang lain menyukai diri kita
3. Mempengaruhi orang lain
4. Mengubah orang lain
Bagi saya, buku karangan Dale Carnegie adalah buku terbaik yang membahas cara berhubungan dengan orang lain. Kata-katanya begitu sederhana, nyata, dan hidup. Sekalipun buku ini ditulis dan diterbitkan pada tahun 1937, prinsip-prinsipnya masih tetap berlaku hingga saat ini dan mungkin sampai kiamat nanti. Sayangnya, sedikit sekali orang yang menyempatkan waktunya untuk membaca buku ini, padahal jika mereka membacanya, saya yakin buku ini akan merubah hidup mereka ! Karena itu, anda yang kesasar di wapannuri.com ini harus beli buku ini, baca, dan praktekan ! Itung-itung buat investasi masa depan ! Serius rek !
Manusia adalah makhluk yang rumit sekaligus mudah dipahami, tergantung bagaimana kita melihatnya. Bagi Dale, manusia itu simpel. Mereka  hanya ingin dipuji dan membenci kritik.  Dua hal inilah yang disebutnya sebagai teknik dasar berhubungan dengan manusia. Carilah hal-hal baik, positif, dan pujilah mereka. Jika anda akan mengritik orang lain, kritiklah sebagaimana anda ingin dikritik !
Satu-satunya cara untuk membuat orang lain menyukai kita adalah menyukai mereka terlebih dulu. Contoh praktisnya gampang :
1.      Berminatlah kepada orang lain dengan tulus.
2.      Jadilah pendengar yang baik
3.      Bicarakan topik yang mereka sukai
4.      Buatlah orang lain merasa penting.
Ada 12 prinsip Dale Carnegie dalam mempengaruhi orang lain :
1.      Anda tidak bisa menang dalam sebuah debat
2.      Perlihatkan respek terhadap pendapat orang lain. Jangan pernah berkata, Anda Salah.
3.      Jika anda salah, akuilah dengan cepat dan simpatik
4.      Mulailah dengan cara yang ramah
5.      Usahakan orang lain mengucapkan Ya...Ya...Ya... dengan segera
6.      Biarkan orang lain yang lebih banyak berbicara
7.      Biarkan orang lain merasa bahwa itu adalah idenya
8.      Cobalah dengan sungguh-sungguh melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang lain
9.      Bersimpatilah dengan ide dan hasrat orang lain
10.  Himbaulah motif-motif yang lebih mulia
11.  Dramatisir ide-ide anda
12.  Lemparkan tantangan
Tugas seorang pemimpin seringkali melibatkan pengubahan sikap dan tingkah laku anak buah. Beberapa saran untuk mencapai hal ini :
  1. Mulailah dengan pujian dan penghargaan yang jujur
  2. Beritahu kesalahan orang lain dengan cara tidak langsung
  3. Bicarakan kesalahan anda dulu sebelum mengkritik orang lain
  4. Ajukan pertanyaan sebagai ganti memberi perintah langsung
  5. Biarkan orang lain menyelamatkan muka
  6. Pujilah peningkatan sekecil apapun dan pujilah setiap peningkatan. Jadilah "tulus dalam penerimaan anda dan murah hati dalam penghargaan anda"
  7. Beri orang lain reputasi yang baik untuk mereka penuhi
  8. Gunakan dorongan. Buatlah kesalahan tampak mudah diperbaiki
  9. Buat orang lain senang mengerjakan hal yang anda sarankan

Langkah Sukses Pemikir Besar Dale Carnegie


Penulis asal Amerika Serikat Dale Carnegie telah dikenal luas oleh masyarakat dunia. Karya-karyanya sangat fenomenal. Ternyata, ia semula dikenal orang kerap menemui kegagalan.
Pemikiran Dale Carnegie telah banyak diadopsi. Bahkan wawasannya dari pria kelahiran 24 November 1888 di Maryville, Missouri, Amerika Serikat itu telah pula dijadikan acuan masyarakat dunia. Karya tulisannya telah memberi inspirasi jutaan orang untuk meraih kesuksesan.
Karya pertamanya yang menjadi pembicaraan adalah How to Win Friends and Influence People. Buku yang diterbitkan pada 1936 itu langsung menggebrak. Tak pelak lagi, buku yang kemudian memengaruhi banyak orang diserbu bak kacang goreng dan dicari banyak orang.
Buku bertajuk How to Win Friends and Influence People telah memberi pengetahuan dan wawasan luar biasa bagi pembacanya. Dengan buku itu, mereka mengetahui bagaimana menggapai dalam sukses menjalani karier dan usahanya. Melalui karya perdananya, Carnegie pun dinobatkan sebagai penulis jenius dan motivator luar biasa.
Dengan kandungan yang banyak memberi inspirasi dan cakrawala pemikiran, buku karya Carnegie tak pernah lekang oleh perkembangan waktu dan perubahan zaman. Hingga kini, buku karya Carnegie pertama masih tetap dijadikan pedoman dan rujukan. Pemikiran Carnegie terbukti telah menembus batas ruang dan waktu.
Setelah sukses dengan karya perdananya, ia kembali menciptakan buku yang diberi judul How to Stop Worrying and Start Living. Sambutan buku keduanya pun tak berbeda jauh. Bahkan sejak buku pertama diluncurkan ke pasar, banyak masyarakat menunggu karya Carnegie berikutnya.
Pemikiran yang terkandung dalam buku-buku karya Carnegie sangat inspiratif, motivatif, dan solutif. Ide yang dilontarkan Carnegie menjadi panduan bagi mereka yang dibelit masalah, keputusasaan, kurang bergairah hidup, dan hidup seakan buntu. Dengan membaca karyanya, pembaca seolah diberi obor untuk meniti jalan yang diliputi kegelapan.
Kisah tokoh yang menjadi inspirasi bagi banyak orang pun menjadi bagian karyanya. Carnegie juga menulis biografi tokoh yang perjalanan hidup bisa dijadikan suri tauladan dalam mengarungi perjalanan hidup. Karyanya yang cukup fenomenal dan diburu pembaca adalah buku biografi Presiden AS Abraham Lincoln yang bertajuk Lincoln the Unknown.
Bukan hanya dua buku tersebut. Carnegie masih banyak melahirkan karya tulis lainnya. Dengan karya-karyanya, ia pun makin dikenal sebagai pemikir bidang hubungan interpersonal, motivasi, manajemen stres, dan trik bagaimana berbicara di depan publik. Melalui ide-ide cemerlangnya, ia dinobatkan sebagai penulis hebat dan juga dikenal sebagai seorang dosen.
Tentu banyak orang yang ingin tahu siapa sebenarnya pria yang bernama lengkap Dale Breckenridge Carnegie itu? Ternyata Carnegie tidak berlatar belakang dari keluarga mapan dan kalangan berpendidikan tinggi. Ayahnya, James Williams Carnagey hanyalah seorang petani miskin yang tinggal di daerah Indiana, AS.
Kendati ada kesamaan dengan pengusaha baja terkemuka, Andrew Carnegie, tetapi Carnagey tak memiliki hubungan kerabat sama sekali. Ibunya, Amanda Elizabeth bukan seorang guru, tetapi hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa.
Namun sejak remaja, Carnegie telah menerapkan hidup berdisiplin dengan menghargai waktu. Setiap pagi, ia bangun pukul 04.00 dan langsung membantu ayahnya untuk memeras sapi. Ia melanjutkan pendidikan ke State Teacher’s College di Warrensburg. Setelah pulang sekolah, ia menjual berbagai barang seperti sabun dan daging.
Dalam perjalanan hidupnya sebelum bisa menuangkan ide-idenya ke dalam buku-bukunya, Cernegie kerap menghadapi berbagai rintangan. Ia dikenal kerap gagal dalam berbagai usaha yang dicobanya. Dengan semangatnya, ia telah mencoba berkarier di bidang pertanian, pengajaran, perdagangan, seni peran, jurnalistik, dan penulisan novel. Tapi semuanya bermuara pada kegagalan.
Tak hanya itu, siapa sangka kalau Carnegie sebenarnya tak pernah lulus dari perguruan tinggi. Kegagalan demi kegagalan seakan menjadi ‘karib’ bagi Carnegie. Tak mengherankan pada suatu saat, ia pernah dilanda depresi. Ia pernah mencoba untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Tetapi kegagalan yang dialaminya membuat Carnegie merasa kagum pada orang yang telah mencapai puncak kesuksesan. Akhirnya, ia berpikir kenapa orang itu bisa sukses? Metode dan tindakan apa yang mereka lakukan?
Dengan pengamatan terhadap orang yang sukses, Carnegie mengambil kesimpulan. Untuk mencapai sukses ternyata yang pertama dibutuhkan adalah kepercayaan diri. Untuk itu, ia pun mencoba membangun kepercayaan diri dan memperkokoh secara terus-menerus.
Namun untuk mengamati kesuksesan orang lain, Carnegie melakukan secara tanpa henti dan membutuhkan bertahun-tahun. Selanjutnya, hasil pengamatannya dituangkan dalam buku tentang teknik berbicara dengan orang lain dan cara berinteraksi dengan orang lain.
Kini ratusan jutaan copy buku Carnegie diburu pembaca dan terjual. Bukunya pun diterjemahkan ke dalam belasan bahasa. Bukanya hanya dikenal sebagai penulis, ia juga dikenal sebagai pemberi pelatihan kepada jutaan orang. Lebih dari tujuh juta sorang mendapat pengajarannya.
Dengan pengetahuan yang luas dan kepercayaan diri yang tinggi, banyak orang menduga Carnegie adalah orang sangat istimewa. Ternyata semula, Carnegie adalah pria pemalu. Ia kerap dihantui ketakutan saat berbicara di depan publik. Tapi kekurangan itu tak dibiarkannya. Justru ia terus bekerja keras, belajar, dan mengambil ilmu dari pengalaman orang lain.
Dalam buku-bukunya, Carnegie kerap menulis tokoh-tokoh besar seperti Abraham Lincoln, Benjamin Franklin, dan beberapa tokoh besar lain. Ia pernah mengucapkan kalimat yang dikenang dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
“Saya sadar sekarang bahwa orang yang sehat tidak menulis buku tentang kesehatan. Orang sakitlah yang tertarik dengan kesehatan. Dengan cara yang sama pula, orang yang memiliki bakat alami untuk diplomasi tidak menulis buku tentang How to Win Friends and Influence People,” kata Carnegie yang dilontarkan pada 1937. 


Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain BAB 1(resume)

“HOW TO WIN FRIENDS AND INFLUENCE PEOPLE”
Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang lain
Sumber: Buku By Dale Carnegie
Pengantar Untuk Edisi Revisi
Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain pertama kali diterbitkan pada tahun 1937 dalam satu edisi yang hanya berjumlah lima ribu eksemplar. Baik Dale maupun penerbitnya, simn and Schuster, tidak menduga penjualannya akan lebih banyak dari ini. Yang membuat mereka tercengang, ternyata buku ini menjadi sensasi dalam semalam, dan edisidemi edisi terus dicetak untuk memenuhi permintaan publik yang terus meningkat. Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain mengambil pisisi sebgai salah satu buku internasional terlaris sepanjang masa dalam sejarah penerbitan. Buku ini menyentuh hatidan memenuhi kebutuhan manusia yang lebih dari sekadar fenomena mode dari masa-masa pasca depresi, seperti yang dibuktikan oleh penjualannya yang terus berlangsung sampai tahun delapan puluhan, hampir setengah abad kemudian.

BAB I
Teknik-teknik mendasar dalam menangani manusia
“Kalau Anda Ingin Mengumpulkan Madu, Jangan Tendang Sarang Lebahnya”
Pada tangal 7 Mei , 1931, perburuan penjahat paling sensasional di kota New York yang pernah dikenal akhirnya sampai pada klimaksnya. Setelah berminggu-minggu pencaraian, Crowley si “Dua Senjata”-sang pembunuh, perampok bersenjata yang tidak merokok dan tidak minum minuman keras- berada dalam posisi bertahan, terjebak dalam apartemen kekasihnya di West End Avenue.

Seratus lima puluh polisi dan detektif mengepung tempat persembunyiannya. Mereka membuat lubang-lubang di atap; mereka berusaha memancing keluar Crowsley, si “pembunuh polisi”,’ dengan gas air mata. Kemudian mereka menyiapkan senapan mesindi gedung-gedung di sekitarnya, dan lebih dari satu jam area pemukiman New York dipenuhi suara letusan senjata. Crosley merangkak di belakang kursi, membalas tembakan polisi tanpa henti. Sepuluh ribu orang tercekam menyaksikan pertempuran ini. Belum pernah kejadian ini terjadi di pinggir jalan New York.
Ketika Crowley tertangkap, Komisaris Polisi E.P. Mul Rooney menyatakan bahwa si bandit dua-senjata merupkan salah satu dari kriminal paling berbahaya yang pernah tercatat di New York. “ Dia akan membunuh,”ujar sang Komisioner,”hanya karena jatuhnya sehelai bulu.
Tapi bagaimana Crowsley si “Dua Senjata” memandang dirinya sendiri? Kita tahu, karena tatkala polosi memberondong apatermennya, dia menulis sepucuk surat yang ditujukan “Untuk mereka yang berkepentingan.” Dan, ketika dia menulis, darah mengalir dari lukanya meninggalkan jejak merah di kertas. Dalam suratnya ini, Crowley berkata”Dibalik pakaian saya ada sebuah hati yang letih, tapisebuah hati yang baik-yang tidak tega melukai siapapun.”
Beberapa saat sebelum hal ini terjadi, Crowley baru saja negadakan pesta kencan dengan pacarnya di pinggir kota Lon Island. Tiba-tiba seorang polisi muncul menghampiri mobil, dan meminta:”Coba lihat surat mengemusi Anda.” Tanpa berkata sepatah pun, Crowley menarik picu senjatanya dan menembak polisi itu hingga mandi darah. Tatkala polisi yang menjasi korban itu jatuh, Crowley melompat keluar mobil, merampas senjatanyadan menembakakan sebutir peluru lagi ke tubuh tak berdaya itu. Dan itulah si pembunuih yang berkata:”Di balik pakaian saya ada hati yang letih tapi sebuah hati yang baik-hati yang tidak tega menyakiti siapapun.”
Crowley dihukum mati di kursi listrik. Begitu dia tiba di penjara Sing Sing, apakah dia berkata,”Ini yang saya perolah karena membunuh orang-orang”? Tidak, dia berkata:” Ini yang saya peroleh karena membela diri.”
Hal paling penting dati kisah ini adalah: Crowley si “Dua Senjata”tidak menyalahkan dirinya sama sekali. Apakah itu sikap yang tidak biasa di antara para criminal? Kalau Anda begitu dengarkan ini:
“Saya sudahmelewatkan tahun-tahun dalam hidup saya memberi orang-orang kesenangan, membantu mereka menikmati hidup, dan apa yang saya peroleh adalah perlakuan kejam, sebagai orang-orang yang diburu-buru.”
Itu yang diucapkan Al Capone. Ya, musuh masyarakat paling terkenal- pemimpin gang paling kejam yang pernah membantai Chicago. Capone tidak mengutuk dirinya sendiri. Dia sebenarnya menganggap dirinya sebagai dermawan-dermawan yang tidak pernah dihargai dan dimegerti secara keliru.
Saya pernah surat-menyurat dengan Lewis Lawes, yang merupakan sipir penjara Sing Sing New York yang terkenal selama bertahun-tahun, tentang masalah ini, dan dia menyatakan bahwa “hanya sedikit dari para Kriminal di Sing Sing menganggap diri mereka orang jahat. Mereka sama manusiawinya seperti Anda dan saya. Jadi mereka membuat rasionalisasi, mereka menerangkan. Mereka bisa mengatakan kepada Anda kenapa mereka harus menembak dengan menarik picu senjata begitu gesit. Hamper semua dari mereka berusaha memberi alas an , keliru atau logis, untuk membenarkan tindakan-tindakan antisosial mereka, bahkan untuk mereka sendiri, karenanya denga keras berpendapat bahwa mereka tidak patutu dipenjara.
Kalau Al Capone, Crowley dan para wanita dan pria putus asa di balik dinding penjara itu tidak menyalahkan diri mereka sendiri sama sekali-bagaimana halnya dengan orang-orang dengan siapa Anda dan saya berhubungan?
Jhon Wanamaker, pendiri toko-toko Amerika yang memakai namanya, pernah mengakui:”Saya sudah tiga puluh tahun yang lalu bahwa sungguh bodoh untuk memerahi orang lain. Saya sudah mempunyai cukup masalah dalam mengatasi keterbatasan say sendiri tanpa memperdulikan fakta bahwa Tuhan tidak membagikan secara merata kemampuan inteligensi seseorang.”
Jhon Wanamaker mendapat pelajaran ini dengan cepat, tapi saya sendiri harus membuat kesalahan besar di dunia yang sudah tua ini selama sepertiga abad sebelum saya sadar bahwa sembilan puluh sembilan kali dari seratus, orang tidak mengkritik dirinya sendiri sama sekali, tidak peduli betapa salahnya apa yang sudah dilakukannnya.
Kritik hal yang sia-sia karena menempakan seseorang dalam posisi difensif dan biasanya membuat orang itu berusaha mempertahankan dirinya. Kritik itu berbahaya, karena melukai rasa kebanggaan seseorang, melukai perasaaan pentingnya, dan membangkitkan rasa benci.
B.F. Skinner, seorang psikolog terkenal di dunia, membuktikan lewat pengalaman-pengalamannya bahwa seekor binatang yang diberi hadiah karena tingkah laku baik, akan belajar lebih cepat dan menyimpan apa yang dipelajarinya dengan jauh lebih efektif, dibandingkan dengan seekor binatang yang dihukum karena bertingkah laku buruk. Studi-dtudi berikutnya menunjukkan bahwa hal yang sama juga berlaku pada manusia. Dengan mengkritik kita tidak membuat perubahan yang langgeng dan seringkali malah menimbulkan rasa benci.
Han Selye, seorang psikolog besar lainnya berkata, “Kehausan kita akan persetujuan, sama besarnya dengan ketakutan kita kepada kritik.”
Rasa benci yang ditimbulkan oleh kritik dapat menurunkan semangat kerja pegawai, anggota keluarga dan kawan-kawan, dan tetap tidak memperbaiki situasi yang sudan dikritik.
George B. Johnston dari Enid, Oklahoma, seorang koordinator keamanan untuk sebuah perusahaan rekayasa. Salah satu tanggung jawabnya adalah memastikan bahwa para pekerja harus memakai topi pengaman pada saat mereka berada di tempat kerja lapangan. Dia akan melaporkan kalau dia melihat ada pekerja yang tidak menggunakan topi pengaman, menyampaikan secara panjang lebar peraturan yang harus mereka patuhi. Hasilnya, dia mendapat penerimaan yang tidak simpatik dari mereka yang kesal, danseringkali setelah di apergi, para pekerja itu akan menanggalkan topi mereka.
Dia memutuskan untuk mecoba pendekatan yang berbeda. Saat berikutnya bila dia menemukan pekerja yang tidak memakai topi pengaman, dia bertanya apakah topi itu tidak nyaman dipakai atau tidak cukup pas untuk mereka. Kemudia dia mengingatkan pekerja itu dengan nada menyenangkan bahwa topi itu dirancang untuk melindungi mereka dari kecelakaan, dan menyarankan agar topi itu selalu digunakan di tempat kerja. Hasilnya adalah kesadaran untuk mematuhi peraturan tanpa rasa kesal dan benci.
Sebagai ganti dari mencerca orang, mari kita coba untuk mengerti mereka. Mari kita berusaha mengerti mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Hal itu jauh lebih bermanfaat dan menarik minat dari pada kritik; dan melahirkn simpati, toleransi dan kebaikan hati. “ untuk benar-benar mengenal semua, kita harus memaafkan semua.”
PRINSIP 1 : Jangan mengkritik, mencerca atau mengeluh.

Awet Muda dan Panjang Umur

 Petunjuk Awet Muda dan Panjang Umur demikianlah judul buku yang ditulis oleh Dale Carnegie. Buku ini saya temukan saat menunggu giliran untuk creambath di salon Ramadhan lalu. Terus terang saya tertarik membacanya karena buku ini karangan Dale Carnegie sosok yang saya kagumi. Ia merupakan seorang penulis dan pengajar juga seorang motivator berbagai kursus pengembangan diri, keuangan, public speaking dan keterampilan interpersonal. Bukunya yang menginspirasi ialah Bagaimana Cara Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain. Buku yang diterbitkan tahun 1936 ini hampir gak ada matinya. Masih sangat relevan meski cerita dalam buku tersebut adalah kejadian di Amerika dan belahan dunia lain saat buku itu ditulis tapi tetap saja kontekstual saya pikir.
Buku Dale Carnegie versi bahasa Indonesia yang saya baca ini diterbitkan oleh Delapratasa di Jakarta tahun 1996. Buku lama ini berjumlah 132 halaman. Cukup tipis dan mudah dibaca. Saya meminjam buku ini dan memfotocopynya selain tertarik dengan penulisnya, sebagai perempuan saya juga tertarik dengan isinya.
Terdapat sebelas bab yang dibagi dalam tiga bagian. Bagian pertama adalah tentang Kesehatan yang Sempurna. Dalam bagian ini Dale Carnegie mengajarkan bagaimana makan tidak asal kenyang, tapi makan agar sehat, kuat, kelihatan awet muda, penuh daya hidup dan serba bersemangat dan gembira. Namun sebelum menjelaskan kandungan gizi makanan terlebih dahulu ia meminta pembaca untuk melupakan umur saat ini. Pembaca diminta untuk melakukan self talk lalu mengatakan dengan keras bahwa ia adalah orang yang bisa hidup sampai seratus tahun dengan tetap ada dalam kondisi yang fit.
Saat membaca tentang melupakan umur saya merenung…bisakah? Bisakah seseorang tetap fit sampai berusia 100 tahun?. Saat ini orang Indonesia kebanyakan merasa usia 60 tahun ke atas sudah lanjut usia. Bahkan memasuki usia 40 penyakit juga sudah banyak yang menghampiri. Sebagai contoh Ayah saya pensiun 2 tahun lalu di usia 60 tahun. Saat ini dia mengalami post power sindrome dan selalu mengeluh tua dan tak berguna. Angka harapan hidup manusia Indonesia menurut Bappenas juga saat ini baru sampai di usia 69,0 tahun. Apa maksud dari perkataan Dale?
Ternyata saat dia menjelaskan tentang umur, menurutnya umur tidak ada sangkut pautnya dengan penanggalan. Umur adalah lebih kepada persoalan Physiologis (jasmaniah) dan soal psychologis (rohaniah). Beberapa klinik yang terkenal yang meneliti manusia perempuan dan laki-laki yang usianya di atas seratus tahun menunjukan bahwa mereka memiliki empat sifat yang menyolok yaitu: pencernaan yang kuat, denyut jantung perlahan dan berirama, buang air besar dan kecil lancar dan sifat yang periang.
Selanjutnya dibagian pertama ini ia menjelaskan fungsi vitamin terhadap semua sistem yang ada di tubuh. Menjelaskan daya tahan tubuh juga ganguan akibat tidak dipenuhinya tubuh dengan vitamin dan gizi yang seimbang.
Bagian dua dia menjelaskan tentang kecantikan. Dale memberikan contoh seorang perempuan yang dikatakan cantik karena menjaga kesehatannya dan selalu wajar dalam bersikap dan berbusana. Dalam bagian ini kembali pembaca diminta melakukan self talk bawa pembaca adalah seorang yang muda belia, tak peduli dengan usia saat ini. Membayangkan bahwa pembaca ada dalam kondisi yang prima saat berusia dua puluhan atau tiga puluhan. Kondisi inilah yang selalu dibayangkan, meski yang terlihat dicermin mungkin garis-garis keriput.
Selanjutnya menghindari lelah. Lelah muncul karena kerja berlebihan dan asupan makanan yang tidak lengkap vitamin dan gizinya. Untuk itu dia menyarankan melakukan relaksasi dan makan dengan sehat. Teknik relaksasi yang dijelaskan Dale juga saya pikir banyak dijelaskan oleh pengarang buku motivasi yang lain yang pada intinya mencoba mengkondisikan fikiran agar ada pada gelombang Alpha dimana pikiran menjadi rileks namun tetap waspada. Dia tidak menyebutkan dan menjelaskan gelombang ini, namun dari teknik yang dijelaskan saya pikir, pikiran dan tubuh pembaca diharapkan ada dalam kondisi seperti ini.
Bagian terahir buku ini menjelaskan tentang hidup yang bahagia. Terdapat dua penjelasan tentang hidup bahagia ini, yaitu yang dikatakan bahagia adalah hidup yang terkendali dan hidup yang seimbang. Bagian ketiga ini adalah bagian yang paling sedikit dijelaskan. Mungkin karena ia juga sudah membahas bagian ini di buku yang lain yang berjudul Petunjuk Hidup Tentram dan Bahagia.
Inti dari pemikiran buku ini saya pikir sejalan dengan istilah men sana in core pore sano yang tertulis di gedung SD Inpres saya dulu. Dimana kata guru olah raga SD saya bahwa di dalam tubuh yang kuat, terdapat jiwa yang sehat. Benarkah? Bukankah banyak selebritis yang tubuhnya sehat, cantik, tampan, kuat namun jiwanya tak sehat? Bukankah banyak pejabat yang juga sehat, tampan, cantik, kuat namun prilakunya bejat? Ah…sudahlah..mungkin Dale kelupaan bahwa masih ada bagian diri manusia yang harus juga dibenahi yaitu titik spiritual.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar